Blogger Widgets

Menu Bar

Klik Tombol Shownya ya sob

Senin, 14 November 2011

Cara Kinerja Disc Brake (Rem Cakram)


To all Brotherhood saya hanya mau share nih gimana cara kerja Disc brake lewat pict2 tersebut

Image

Setiap orang yang berkendara pasti tahu bahwa ketika menekan pedal rem,
maka kendaraan akan melambat untuk kemudian berhenti. Tapi bagaimana
cara jemari atau kaki manusia menghentikan ribuan kilogram kendaraan
yang melaju di jalan dengan kecepatan tinggi ? :o :o :o

Pada kendaraan modern, biasanya sistem pengereman sudah mempergunakan
sistem hidrolik, yaitu

Tipe rem ini secara otomatis membuat dirinya berada di tengah cakram,
dan secara otomatis pula melakukan penyesuaian sendiri. Calipernya
memiliki kemampuan untuk bergeser dari satu sisi ke sisi lain, sehingga
akan bergerak ke tengah setiap kali rem diaktifkan. Karena tidak ada per
(spring) untuk menarik pad dari cakram, maka pad selalu berada pada
posisi yang sangat dekat dengan rotor. Hal ini penting karena piston
pada rem jauh lebih besar di banding dengan yang ada pada master
cylinder. Jika piston rem mundur ke dalam cylindernya, maka mungkin
diperlukan beberapa gerakan pada pedal untuk memompa cukup cairan ke
dalam cylinder rem untuk mengaktifkan sepatu rem. :idea: :idea: :idea:

Image


Dalam sistem pengereman hidrolik, cairan disimpan dalam sebuah reservoir
(tempat penyimpanan) yang biasa disebuat sebagai master cylinder. Ketika
anda menekan pedal, tenaga tekan anda pada pedal rem akan memompa cairan
dalam reservoir ini melalui selang rem ke dalam piston yang dipasang
pada setiap roda secara proporsional. Aliran cairan ini akan membuat
piston rem yang posisinya saling berhadapan ini akan memanjang dalam
arah yang berlawanan sehingga mendorong sepatu rem yang menempel
kepadanya, menjepit cakram. Tenaga jepit ini menghasilkan tenaga friksi
(friction) untuk melawan tenaga rotasi roda. 8) 8) 8)

Ketika tekanan dilepaskan maka cairan yang ada pada cylinder roda akan
kembali ke master cylinder.

Kendaraan yang sudah tua memiliki desain caliper 2 atau 4 piston tetap.
Sebuah piston (atau dua) pada masing-masing sisi rotor akan menekan pad
pada sisi itu. Desain ini telah lama ditinggalkan karena desain piston
tunggal lebih murah dan lebih dapat diandalkan

Di bawah ini adalah komponen-komponennya :

- Brake reservoir : mengandung cairan rem hidrolik
Image

- Master cylinder : alat yang memompa cairan dari reservoir ke selang
rem sepanjang kendaraan
Image

- Brake lines : Selang yang memanjang dari master cylinder ke tiap
caliper rem
Image

- Brake caliper : rumah besi yang dipasang pada titik tetap pada rotor
rem yang mengandung piston dan brake pad.
Image

- Brake piston : Sebuah besi bulat yang memanjang dan menekan brake pad
ketika cairan hidrolik diumpankan dari master cylinder.
Image

- Brake pad : sebuah sepatu yang menahan rotor besi

Image 
[IMG]

- Rotor rem : piringan logam yang dipasang pada setiap roda, yang
ditahan oleh pad rem untuk menghentikan putaran roda.

Image


Image
Image


Kerusakan dan keausan rem cakram :

Terdapat empat penyebab kerusakan rem cakram :
1. Bengkok (warping) karena panas yang berlebihan atau benturan
2. Tergores dalam (scarring) akibat benturan besi sepatu rem dengan cakram
3. Retak (cracking) yang biasanya terjadi pada cakram yang lobangnya
tidak proporsional.
4. Karat (excessive rusting)

Jika pad telah mengalami keausan, maka akan timbul suara berdecit. Hal
ini terjadi karena benturan antara wear indicator dengan cakram

Image

jika hal ini terus dibiarkan maka cakram dapat tergores dan mengurangi
kehalusan permukaannya, dan berarti pula mengurangi keefektifan pengereman.

BANYAK PISTON = REM PAKEM ?

Tenaga rem dihasilkan dari tenaga friksi sepatu rem terhadap cakram.
Tapi efek tenaga ini bervariasi tergantung pada ukuran cakram. Jika anda
menggunakan cakram yang lebih besar, maka tenaga pengereman dilakukan
pada titik yang lebih jauh dari titik pusat roda sehingga memberikan
efek rem lebih besar. Tetapi di lain pihak, cakram yang lebih besar
memiliki konsekwensi berat yang lebih besar pula yang akan mempengaruhi
inersia kemudi, gerakan suspensi dan akserelasi.

triknya adalah membuat daerah pengereman semakin sempt (dalam dimensi
radial), dengan demikian bagian logam yang berat dari logam akan seminim
mungkin. tapi dengan satu piston untuk tiap sisi caliper, maka daerah di
mana sepatu rem bekerja akan kecil. Hal itu membuat penciptaan tenaga
friksi untuk mengerem semakin sulit.

Jawabannya adalah membuat lebih dari satu piston untuk setiap sisi
caliper, dan membuat sepatu rem semakin lebar dan sempit (pendek). Hal
ini memberikan daerah yang lebih luas bagi sepatu rem untuk bekerja dan
meningkatkan tenaga friksi tanpa perlu cakram yang berat dan tebal.

berikut contoh video cara kerja Calipernya

Image
Semoga bermanfaat!!

NB: jika ingin memilih Disck Brake atau Rem Cakram Sesuaikan dengan kondisi rider nya..buat yg ingin lebih pakem yg pasti di butuhkan dana yg lebih besar & untuk yg biasa2 saja recommended tetap jaga perawatan Disc Brake nya...Jangan asal memilih dalam type Disc brake nya (KW an) keep safety Riding
Sumber : http://www.forum-vixion.com/forum/viewtopic.php?f=39&t=5096

1 komentar:

  1. Thx utk infonya..bermanfaat sekali..mampir yuk ke http://elementmtb.com/ganti-kabel-rem/

    BalasHapus